Bursa kerja: Sensasi Nadya Suleman: Beranak 14 Hingga Main Film Porno |
- Sensasi Nadya Suleman: Beranak 14 Hingga Main Film Porno
- Misi Pecahkan Rekor Buruk Indonesia Lawan Singapura
- Kejaksaan Lepaskan 4 Tersangka Chevron, Kenapa?
| Sensasi Nadya Suleman: Beranak 14 Hingga Main Film Porno Posted: 27 Nov 2012 03:30 PM PST Nadya Suleman (okmagazine.com) Nadya Suleman (okmagazine.com) VIVAlife - Ibu 14 anak, Nadya Denise Doud-Suleman, selalu hadir dengan berita-berita kontroversial dan penuh sensasi. Ini mulai dari melahirkan anak kembar delapan, gaya hidup mewahnya, hingga dia dinyatakan bangkrut dan memutuskan menjadi bintang film porno. Ketika dinyatakan bangkrut, Suleman dan 14 anaknya nyaris jadi gelandangan karena terusir dari rumah mewah mereka di kawasan elit Los Angeles. Di saat terpuruk itulah dia mendapat tawaran untuk membintangi film berkategori XXX. Perempuan Amerika yang berumur 37 tahun ini tak lagi berpikir panjang. Sang Octomom--begitu dia dijuluki--langsung menerimanya. Keputusan yang diambilnya itu memancing pro kontra. Namun, dia tak peduli. Ia mengaku menerima tawaran itu agar anak-anaknya bisa memiliki tempat tinggal dan tak kelaparan. Seperti dikabarkan Daily Mail, Suleman dibayar mahal untuk main seks di depan kamera. Berbekal honornya itu, dia lalu menyewa sebuah rumah mewah di kawasan Palmdale. Tak hanya itu, Suleman juga tanpa malu-malu tampil bugil di sebuah kelab malam di Miami. Toh, kembali memiliki rumah mewah tak membuat hidupnya tenang. Dia harus menjalani rehabiltasi selama 30 hari untuk mengatasi ketergantungan terhadap obat penenang dan juga kecemasan yang berlebihan. Dia baru saja selesai menjalani program rehabilitasinya. Nama Suleman mulai dikenal publik empat tahun lalu setelah dia geger diberitakan karena mengandung delapan anak sekaligus. Dia sendiri sebelumnya sudah memiliki empat orang anak. Padahal, dia tak punya suami maupun pekerjaan. Sejak saat itu namanya tenar ke seantero negeri. Kehidupannya disorot di televisi nasional. Dia diundang ke beberapa acara talk show ternama. Sayang, dia lupa daratan sehingga bangkrut. (kd) This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Gaza Blitz - Turmoil And Tragicomedy At The BBC. |
| Misi Pecahkan Rekor Buruk Indonesia Lawan Singapura Posted: 27 Nov 2012 03:25 PM PST Indonesia belum pernah menang atas Singapura di Piala AFF. Timnas Indonesia Piala AFF 2012 (VIVAnews/Fernando Randy) VIVAbola - Indonesia akan turun di pertandingan kedua Piala AFF 2012 pada Rabu, 28 November 2012. Lawan yang dihadapi adalah si pemuncak klasemen sementara Grup B, Singapura. Pasukan Merah-Putih baru mengoleksi satu poin hasil bermain imbang 2-2 dengan 'kuda hitam' Laos di pertandingan pertama butuh poin sempurna demi membuka jalan lolos ke fase selanjutnya tanpa tergantung dengan hasil yang didapat tim lain. Itu tentu bukan tugas yang mudah. Selain bakal turun dengan kondisi tim yang 'pincang', skuad Garuda juga punya pengalaman buruk saat bertemu The Lions di turnamen sepak bola negara-negara Asia Tenggara itu. Pada pertandingan melawan Singapura nanti mereka harus mampu menuntaskan dua misi sekaligus yaitu membukukan kemenangan guna memuluskan jalan lolos ke semi final serta memutus rekor gagal menang dari anak-anak asuh Radojko Avramovic di Piala AFF. Rekor Pertemuan Indonesia-Singapura Indonesia sudah enam kali bertemu Singapura di ajang serupa. Hasilnya jauh dari harapan. Skuad Garuda selalu gagal meraih kemenangan, empat kali kalah sementara sisanya berakhir imbang. Pertemuan pertama Indonesia kontra Singapura di Piala AFF terjadi pada 1998. Saat itu, kedua tim bertarung di semifinal, Singapura berhasil menutup laga dengan kemenangan tipis 2-1. Pada 2004, di ajang yang sama, Indonesia sampai tiga kali bertemu pasukan Singa. Due pertama berlangsung di penyisihan Grup A berakhir dengan skor 0-0 dan duanya lagi terjadi di final. Pada kesempatan itu Singapura keluar sebagai juara usai mengalahkan Indonesia 3-1 di leg pertama dan dan 2-1 di leg berikutnya. Pertempuran keduanya kembali terjadi di 2007. Pada laga penyisihan Grup B, Indonesia lagi-lagi gagal memetik kemenangan. Indonesia cuma sanggup memaksakan hasil seri 2-2. Nasib lebih parah justru dialami pada pertemuan dua tahun berikutnya. Di laga penyisihan Grup A, Indonesia menyerah 0-2. Fakta unik terekam dalam sejarah keikut sertaan kedua tim, dibanding Singapura, Indonesia sebenarnya lebih sering melaju ke partai puncak AFF. Hanya saja dari empat laga final (2000, 2002, 2004, dan 2010), Indonesia selalu gagal menjadi juara. Sementara Singapura yang sudah tiga kali melaju ke final (1998, 2004, dan 2007), selalu sukses mengangkat piala di partai pamungkas. Meskipun punya catatan bagus melawan Indonesia, namun Singapura tetap waspada. Mereka memilih untuk mengesampingkan rekor positif itu dan fokus ke pertandingan yang akan dilakoni. "Kami selalu tampil bagus saat menghadapi Indonesia, tapi itu masa lalu. Singapura harus menatap ke depan," ungkap Avramovic. Duel Wajah Impor Tak bisa disangkal, Singapura sangat bergantung pada para pemain impornya dalam beberapa tahun terakhir. Sebagai bukti, nama-nama seperti Daniel Bennett, Mustafic Fahrudin dan Aleksandar Duric yang sudah berumur masih tetap dipanggil oleh Avramovic ke dalam skuadnya di perhelatan kali ini. Itu pun masih ditambah dua pemain China yang telah dinaturaliasi Shi Jiayi dan Qui Li. Yang menarik, pada duel melawan Indonesia, wajah pemain naturalisasi bukan hanya dari kubu Singapura. Ya, diketahui skuad Indonesia sendiri saat ini juga dihuni beberapa penggawa naturalisasi seperti Raphael Maitimo, Jhonny van Beukering dan Tony Cussell. Tak lupa juga pemain keturunan Irfan Bachdim. Berbeda dengan Singapura yang seluruh pemainnya dinyatakan siap tempur, Indonesia malah hampir dipastikan tidak diperkuat Tony Cussell dan Van Beukering. Keduanya dinyatakan kurang fit. Praktis, dari tiga pemain naturalisasi yang dibawa oleh Nil Maizar, hanya Maitimo yang sudah pasti turun bertanding. Bicara soal persiapan tim, Indonesia kini terganggu dengan masalah pemain di bawah mistar. Nil Maizar harus memutar otak untuk mempersiapkan pelapis bagi Wahyu Tri Nugroho setelah kiper utama Endra Prasetya diganjar kartu merah saat menghadapi Laos. "Endra dihukum dan tidak bisa bermain. Kami hanya punya satu kiper untuk pertadingan melawan Singapura, jadi saya harus berpikir keras jika terjadi apa-apa dengan Wahyu," kata Nil Maizar. Walaupun menghadapi kondisi sulit, Nil Maizar tetap mengobarkan optimisme kepada tim asuhannya. Dia meminta seluruh tim mengeluarkan seluruh kemampuan demi mendapatkan hasil maksimal di pertandingan nanti. "Saya berharap tim tampil bagus dan mendapatkan hasil lebih baik ketimbang melawan Laos. Singapura dalam kepercayaan diri tinggi usai mengalahkan Malaysia dan Indonesia sendiri belum pernah menang melawan mereka. Tapi saya enggan memikirkannya. Saya hanya mau tim bermain sebaik mungkin," tegas Nil Maizar. (ibk) • VIVAbola | Share : This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Gaza Blitz - Turmoil And Tragicomedy At The BBC. |
| Kejaksaan Lepaskan 4 Tersangka Chevron, Kenapa? Posted: 27 Nov 2012 03:22 PM PST NASIONAL Status satu tersangka lain belum diketahui.Rabu, 28 November 2012, 06:22 Ita Lismawati F. Malau, Syahrul Ansyari VIVAnews - Kejaksaan Agung (Kejagung) melepaskan tiga tersangka kasus dugaan korupsi proyek bioremediasi PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI), yakni Kukuh Kertasafari, Widodo, dan Bachtiar Abdul Fatah. Status satu orang tersangka lain, Endah Rumbiyanti, yang ditahan di Rumah Tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur masih belum diketahui kepastiannya. Ketiga pejabat perusahaan tambang asal Amerika Serikat tersebut keluar dari Rumah Tahanan Salemba Cabang Kejagung, Selasa 27 November 2012 sekitar pukul 23.25 WIB. Tampak sejumlah kolega dan karyawan Chevron menyambut pembebasan mereka. "Syukur alhamdulillah. Allahu Akbar, jadilah jujur berintegritas," kata Bachtiar Abdul Fatah begitu keluar dari rutan. Bachtiar menolak berkomentar lebih jauh saat ditanyakan apakah dia merasa diperlakukan tidak adil oleh penyidik. Tak berapa lama, sejumlah mobil pun menjemput dia dan dua rekannya. "Terima kasih ya," ujarnya sembari tersenyum. Seperti diketahui, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengabulkan sebagian permohonan praperadilan empat tersangka PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI). Hakim menilai penahanan mereka tidak sah. Selain itu, penahanan dinyatakan tidak memenuhi Pasal 183 KUHAP seperti adanya dua orang saksi. Selain itu, hasil audit tidak disertakan di persidangan. (kd) © VIVA.co.id | Share : Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini. This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Gaza Blitz - Turmoil And Tragicomedy At The BBC. |
| You are subscribed to email updates from VIVAnews To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |