Bursa kerja: 5 Pemain Paling 'Kasar' di Liga Inggris

Bursa kerja: 5 Pemain Paling 'Kasar' di Liga Inggris


5 Pemain Paling 'Kasar' di Liga Inggris

Posted: 17 Oct 2013 03:39 PM PDT

Mayoritas diisi pemain dengan posisi gelandang bertahan.

Berita Terkait

Michael Carrick (DAYLIFE)

VIVAbola - Sepakbola tak melulu berbicara keindahan. Permainan keras juga kerap mewarnai permainan 11 lawan 11 ini. Tak terkecuali di kompetisi Premeir League atau Liga Inggris yang dianggap sebagai salah satu kompetisi paling ketat di dunia.

Adu fisik dan tekel-tekel keras kerap menjadi bumbu penyedap dalam sepakbola terutama di Premier League. Dan ada beberapa pemain yang dianggap sangat hobi bermain 'kasar'. Menariknya, mayoritas diisi pemain dengan posisi gelandang bertahan.

Nah, berikut ini daftar 5 pemain Liga Inggris yang dianggap paling kasar saat kompetisi belum genap separuh jalan:

1) Mathieu Flamini - Arsenal
Gelandang Prancis ini sempat mencoba mencicipi Liga Italia bersama AC Milan setelah sebelumnya tenar di Arsenal. Namun, kariernya tampaknya memang cocok di Premier League dan itu dibuktikan dengan kembali bersinarnya Flamini di Arsenal musim ini. Bermain dengan determinasi tinggi dan cederung keras menjadi tipikilnya. Hasilnya, empat kartu kuning hanya dalam lima pertandingan dikoleksinya.

2) Lucas Leiva - Liverpool
Gelandang Brasil ini juga mengoleksi empat kartu kuning. Kartu kuning ini dikoleksi dari enam pertandingan. Namun, catatan itu cukup untuk menggambarkan betapa 'kasar'nya seorang Lucas Leiva di lapangan tengah The Reds.

3) Ashley Westwood - Aston Villa
Gelandang muda Aston Villa ini sukses menjadi sorotan di pentas Premier League karena permainan kerasnya. Sejauh ini, pemain berusia 23 tahun ini telah mengoleksi tiga kartu kuning dalam lima pertandingan. Ia juga menjadi pemain kunci di lapangan tengah Aston Villa musim lalu.

4) Yusef Mulumbu - West Brom

Pemain kelahiran Kinshasa, Zaire, 26 tahun silam ini memang dikenal sangat galak di tengah lapangan The Baggies. Musim lalu, ia mendapat kartu merah setelah mengamuk usai dilanggar pemain West Ham United, Gary O'Neil. Kini ia telah mengoleksi tiga kartu kuning dalam tujuh laga.

5) Michael Carrick - Manchester United
Carrick tak hanya dikenal sebagai ahli pengumpan di Manchester United. Ia juga kerap menjadi tukang jagal di lapangan tengah Iblis Merah. Hal itu harus dibayar Carrick dengan mengoleksi tiga kartu kuning dalam tujuh pertandingan MU.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:

Andi Mallarangeng: Saya Tidak Korupsi

Posted: 17 Oct 2013 03:06 PM PDT

VIVAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi, sekitar pukul 16.00 WIB, Kamis 17 Oktober 2013, menahan mantan Menpora Andi Mallarangeng. Andi yang baru diperiksa sebagai tersangka sebanyak tiga kali ini diduga terkait korupsi Proyek Sarana dan Prasarana Olahraga di Hambalang, Bogor. Ia ditahan untuk 20 hari ke depan di Rutan KPK usai pemeriksaan selama enam jam.

Mengenakan rompi tahanan berwarna oranye, Andi yang ditemani pengacaranya, Harry Pontoh dan adik kandungnya, Rizal Mallarangeng, terlihat tenang. Ia masih menebarkan senyum khasnya. 

Kepada wartawan, Andi mengungkapkan, menerima penahanannya. Ia berharap proses yang harus dilaluinya ini bisa mempercepat pengungkapan kasus yang membelitnya. "Saya siap disidik pengadilan, sehingga ketahuan siapa salah ya salah, tidak salah ya tidak salah," kata Andi.

Sesuai audit Badan Pemeriksa Keuangan, proyek Hambalang yang dialokasikan lebih dari Rp1 triliun untuk tahun angaran 2010-2012, telah merugikan negara lebih dari Rp400 miliar. Selain Andi, tersangka kasus Hambalang yang telah ditetapkan sebagai tersangka adalah mantan Sekretaris Kemenpora Wafid Muharam dan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Beberapa waktu lalu, Karaniya Dharmasaputra dan Wens Manggut dari VIVAnews menemui Andi di kediamannya, Cilangkap, Jakarta Timur. Dalam obrolan santai itu, Andi mengungkapkan ketidaksabarannya untuk ditahan agar kasusnya segera selesai. Ia bahkan telah menyiapkan sebuah koper kecil berisi pakaian di bagasi mobilnya, jika sewaktu-waktu harus ditahan KPK. Berikut petikan wawancaranya:

Apa kegiatan yang dilakukan sekarang?

Pekerjaan saya sekarang antar jemput anak, ya dulu nggak pernah antar jemput anak. Sekarang bisa baca buku sampai tuntas, termasuk bisa baca novel. Library bisa dikatalog atau segala macam, bisa pelihara ayam. Ya lebih banyak waktu untuk keluarga. Di samping itu sambil mempersiapkan langkah-langkah pembelaan dengan pengacara-pengacara. Itu yang sehari-hari. Main tenis, main sepeda, sekali-kali pergi mancing.

Apakah kerap bertemu dengan pengacara?

Pada waktu-waktu dibutuhkan. Karena pengacara juga belum bisa banyak melakukan hal-hal tertentu karena belum jelas tuntutannya apa. Kalau sudah ada penuntutan kan bisa dilihat tuntutannya apa, sehingga kemudian dari situ kita bisa lihat pembelaannya.

Kapan saja kami selalu kooperatif. Kapan saja diminta untuk dipanggil sebagai saksi atau diperiksa sebagai tersangka. Bahkan terakhir itu kita dipanggil jam
8 pagi, tapi penyidiknya pada belum siap, jadi jam 10 baru diperiksa. Selalu saya hadir dan insya Allah tepat waktu, jadi nggak ada masalah, kita ikuti saja prosedur dari KPK. Kami akan melakukan pembelaan sesuai dengan kaidah- kaidah hukum, dan bukti-bukti yang ada. Sejauh ini memang katanya mau
ditahan tapi sampai sampai sekarang ini belum ada surat panggilan untuk itu.

Anda siap kalau ditahan?

Oh siap. Istri saya sudah saya minta untuk siapkan baju-baju satu koper lah, satu koper kecil untuk dibawa. (Sambil tertawa)

Apa isinya?

Pakaian-pakaian, alat mandi barangkali, pakaian dalam. Tapi yang penting buku-buku yang temanya enak buat dibaca karena kalau di tahanan barangkali yang paling banyak waktu senggang. Ya harapan saya masih tetap bisa olahraga, saya kan selalu rutin olahraga. Mudah-mudahan masih bisa tetap olahraga, baca buku, menulis mudah-mudahan.

Ya siaplah (ditahan) kapan saja. Ya paling-paling saya justru harus mempersiapkan keluarga karena keluarga itu yang lebih berat barangkali ya. Kalau saya sendiri siap secara psikologis maupun fisik. Tapi Alhamdulillah anak-anak, ibunya mungkin sedikit emosional tetapi mudah-mudahan juga siap juga. Anak saya yang paling kecil barangkali ya musti dijelaskan dulu dengan baik.

Bagaimana caranya membuat mereka juga siap?

Kalau saya membicarakannya dengan mereka. Kenapa begini begitu, segala macam, daripada nggak dibicarakan. Dengan membicarakan justru mereka siap, mereka tahu bahwa suatu ketika saya mesti ditahan mentalnya sudah siap. Itu adalah prosedur dari KPK yang harus saya ikuti.

Walaupun kalau kita lihat di KUHP kan itu dapat ditahan, tapi tidak harus ditahan. Kalau yang ditakutkan menghilangkan barang bukti, atau melarikan diri  rasanya itu tidak pas dengan saya. Tapi saya siap mengikuti prosedur KPK. Kalau memang harus ditahan ya baju-baju sudah siap, buku sudah saya pilih-pilih juga. Insya Allah pada waktunya kita siap.

Makin ditunda makin buruk?

Saya terserah KPK. Kalau tidak ditahan, saya mau memanfaatkan dengan sebaik-baiknya dengan keluarga, melakukan hal-hal apa yang saya senang. Kemarin baru naik sepeda ke Sentul 40 km, lumayan masuk ke kampung- kampung.

Sempat tersesat?

Oh no. Kebetulan ketemu juga dengan penggemar sepeda yang lain yang menunjukkan jalan lewat rel kereta api ke Cibinong, dan ngelewatin lembah dan sungai, itu view-nya luar biasa. Jadi saya sekarang tiap minggu sama anak, teman-teman, dan sepupu, adik-adik, dan keponakan, saya ajak, "Ayo, bersepeda ke mana". Beberapa waktu lalu ke Muara Baru. Jadi habis dari rumah ibu saya di Pulomas. Sampai tujuan langsung makan ikan bakar di sana.

Terkait bukti-bukti KPK yang lemah?

Saya tidak mau berspekulasi. Yang penting bagi saya ini sudah hampir 10 bulan. Semua kan jadi terkatung-katung. Rekening-rekening juga diblokir. Aktivitas  saya juga tidak bisa karena sewaktu-waktu saya bisa dipanggil, sewaktu-waktu bisa ditahan. Jadi agak sulit membuat planning jangka panjang mau bikin apa.  Kalau tahu begini dari dulu saya ngajar saja kan. Ada banyak tawaran mengajar, tapi kan saya tidak mungkin bisa mengajar karena saya tidak tahu apakah bisa selesai satu semester atau tidak.

Rekening anak saya juga diblokir, tapi Alhamdulillah sekarang sudah dilepas karena sama sekali tidak perlu. Yang Gilang (Gilang Mallarangeng) itu rekeningnya cuma Rp15-16 juta hasil dari kerjaannya sendiri. Anak saya yang di UI rekeningnya juga diblokir, isinya cuma Rp50 ribu, itu untuk dipakai bayar SPP, tapi sudah dilepas. Artinya KPK juga bisa bikin kesalahan dalam melakukan pemblokiran. Mereka juga manusia, tapi setelah kita beritahu akhirnya dilepaskan. Kemarin si Titan (Mentari Bunga Ratinga Mallarangeng) bayar SPP sampai pinjam rekening temannya, tapi its ok, kita ikuti saja prosedur dari  KPK, dan kami ikut saja, dan siap melakukan pembelaan pada waktunya nanti di  pengadilan.

Kalau audit tahap II BPK itu Anda sudah baca?

Saya sudah baca, cuma saya baca yang ada macam-macam nama-nama, tapi katanya bukan itu yang diserahkan ke DPR, jadi saya tidak tahu mana yang  benar. Apa yang saya dapat, tapi katanya mungkin itu tidak benar. Yang saya lihat sih dari secara keseluruhan atau segala macam nggak ada yang langsung terkait kepada saya. Tetapi sama dengan audit pertama, saya bertugas menjalankan kewenangan, tinggal tanda tangan lah. Tetapi kan kewenangan pada saya tidak tanda tangan, kalau saya tanda tangan lebih parah lagi.

Tapi ada cerita-cerita lain di audit itu tentang ada katanya dana Rp500 juta yang katanya diberikan kepada tim sukses saya atas permintaan Pak Mahyudin.  Jadi katanya Pak Wafid, katanya Pak Mahyudin, minta kepada dia uang untuk  membantu saya di kongres. Lalu kemudian katanya lagi itu diberikan ke  ajudannya Pak Mahyudin, lalu kemudian berhenti di situ cerita itu.

Bagi saya sayang sekali kalau hanya sepihak seperti itu. Pak Mahyudin sendiri tidak mendukung saya dalam kongres. Tapi dimasukkan dalam audit itu. Sayang kalau hal yang sangat sumir semacam itu yang katanya... katanya... dimasukan di dalam audit. Walaupun bukan masuk dalam kesimpulan, tapi di dalam salah satu cerita sampingan di dalam.

Ada juga tentang adik saya, Choel Mallarangeng yang katanya mengatur ini, mengatur ini, tapi saya tanya sama Choel sendiri, dia bilang nggak. Dia nggak
pernah berhubungan dengan segala macam. Mungkin ada pertemuan- pertemuan, saya tidak terlalu kenal, saya tidak tahu betul, jadi saya juga bingung dengan cerita-cerita itu. Makanya kami siap dan menunggu saja apa tuntutan dari KPK, apa bukti-buktinya, tentu saja kami akan melakukan pembelaan.

Yang jelas saya tidak melakukan korupsi, saya tidak pernah meminta atau menerima uang, tetapi bahwa saya menterinya dan di dalam kementerian itu ada persoalan, itu betul. Saya juga merasa punya tanggung jawab moral dalam hal ini. Kalau persoalan hukum silakan disidik. Yang bersalah secara hukum ya
harus bersalah, yang tidak salah nyatakan saja tidak salah. Mudah-mudahan nanti hakimnya juga memilah-milah bukti-bukti, keterangan-keterangan, dan sebagainya secara adil. Dan kalau saya salah nyatakan saya salah. Kalau saya tidak salah nyatakan juga dengan jelas bahwa saya tidak salah.

Jadi jangan karena ditekan-tekan segala macam. Ini kan kesannya kalau perkara korupsi hakim takut nantinya untuk memutuskan tidak salah. Nanti kemudian dibilang ada apa atau ada apa ini hakim, lalu diajukan ke Kompolnas atau KPK, sehingga hakim takut. Jadi jangan sampai ada hal-hal seperti itu.

Dukungan teman-teman partai bagaimana?

Di rumah saya tiap kali ada saja teman-teman datang. Ada teman-teman dari partai datang silaturahim sambil update hal-hal tentang partai. Saya juga
mengikuti dari berbagai macam berita-berita atau informasi dari kawan-kawan dari partai. Teman-teman sekolah dulu baik dari Universitas Gadjah Mada, keluarga, sahabat- sahabat datang ke sini. Karena itu ya saya sangat terbuka teman-teman datang kemari, yang penting SMS saya dulu, jangan sampai saya lagi jalan ke luar.

Ada teman yang sudah lama tidak bertemu, tapi sekarang bisa bertemu?

Oh iya, yang lama tidak ketemu lalu kemudian mampir ke sini. Saya terharu juga. Waktu saya jadi menteri katanya dia nggak mau datang, nanti dikira cari-cari apa gitu. Setelah saya nggak jadi menteri, sekarang dia datang. Saya bilang kalau mau datang ya datang saja, nggak ada persoalan jadi menteri atau nggak jadi menteri.
 
Teman waktu saya masih jadi mahasiswa, teman di HMI, atau teman-teman aktivis waktu saya jadi menteri nggak mau datang. Ada juga yang cuma SMS, macam-macamlah. Mendoakan, atau say hi, atau kasih-kasih informasi. Kalau ada waktu undangan kawinan selalu paling banyak hadir. Lebih banyak waktulah. Yang penting sehat bagi saya. Lebih banyak punya waktu buat social relation.

Dulu kalau Sabtu-Minggu terus ada kegiatan, karena kegiatan Pemuda dan Olahraga kan Sabtu-Minggu. Jadi sudah sejak lama, saya itu waktu untuk keluarga  sangat kurang. Sekarang malah punya waktu lebih banyak.

Saya Alhamdulillah semua hal yang saya kerjakan ada kepuasan tersendiri. Baik jadi pengamat, jadi dosen, jadi jubir juga membawa suatu kepuasan. Jadi menteri pun melakukan suatu kebaikan yang tidak terlupakan. Sekarang ketika nggak menjadi apa-apa justru memberi kepuasan tersendiri juga. Mungkin bagi orang lain mengantar anak pergi sekolah itu sesuatu beban, bagi saya itu kenikmatan. Waktu mau jemput anak kan di halaman sekolah ibu-ibu semua,  jadi saya ikut-ikut ngobrol sama ibu-ibu sambil foto-foto. Saya satu-satunya  bapak-bapak, yang lain ibu-ibu semua. Sekolah anak saya kan dekat sekali, jalan kaki saja.

Dalam situasi seperti ini, apakah Anda canggung bertemu orang?

Nggak juga. Saya berusaha biasa-biasa saja. Walaupun memang pastilah kalau  ketemu orang ada yang nanyain lagi bagaimana Pak kasusnya. Kebanyakan  mendoakan yang sabar ya Pak. Ada juga yang ngajak diskusi. Sebisa mungkin kalau saya punya waktu saya ladenin, ya saya jawab dengan baik saja. Karena bagaimanapun capek juga menjawab berulang-ulang. Tapi kebanyakan sih tidak ada masalah, orang Jawa bilang dilakoni wae.

Ada hobi baru?

Nggak ada juga tuh karena hobi lama saja dulu nggak bisa dilakukan. Jadi hobi lama itu seperti menjadi hobi baru. Mengurus tanaman, ngurus ayam. Bukan hobi baru tapi belajar sesuatu yang baru. Misalnya, kita bisa nonton dari internet film-film lama, film-film koboi, yang ngajarin anak saya. Pakai Galaxy, pakai iPad. Dengan demikian nonton film-film koboi zaman dulu seperti Jhon Wayne bisa di  YouTube atau di website lain. Kalau punya waktu saya nonton saja dari Galaxy atau iPad cari film-film lama yang dulu-dulu. Beberapa serial China seperti Ko Min Ho. Kalau film baru kita biasanya di bioskop.

Soal konvensi Demokrat bagaimana?

Saya mengikuti saja terus.

(np)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:

Persib Depak 4 Pemain Asing

Posted: 17 Oct 2013 03:01 PM PDT

Abanda Herman, Mbida Messi, Hilton Moreira dan Kenji Adachihara.

Klub

Berita Terkait

Pemain Persib Bandung (VIVAbola/ YADI (Bandung)Yadi (Bandung))

VIVAbola – Pelatih Djadjang Nurdjaman menyatakan hanya Naser Al Sebai, pemain asing musim lalu yang bakal ia pertahankan musim depan. Empat legiun impor lainnya, Abanda Herman, George Parfait Mbida Messi, Hilton Moreira dan Kenji Adachihara dipastikan harus angkat koper.

Muncul pertanyaan kenapa Naser tiba-tiba dipertahankan oleh Djanur? Padahal sebelumnya santer kabar jika seluruh pemain asing Persib bakal didepak. Ternyata hal itu tak lepas dari kegagalan Persib menggaet Fabiano Da Rosa Beltrame.

Seperti diberitakan sebelumnya, Fabiano gagal digaet Maung Bandung setelah tidak ada kecocokan nilai kontrak. Selain itu bek asal Brasil tersebut, lebih memilih bertahan di Persija ketimbang hengkang ke klub lain. Selain Persib, Sriwijaya FC pun menaruh minat kepada Fabiano.

"Empat pemain asing tidak kita pertahankan, mereka adalah Abanda, Kenji, Hilton dan Messi. Sementara Naser kemungkinan akan kita pertahankan," jelas Djanur.

Meski begitu, Djanur mengungkapkan keputusan mempertahankan Naser, bukan karena semata-mata gagal mendatangkan Fabiano. "Naser tergolong cukup stabil penampilannya. Walaupun dia pernah harus absen sekitar satu bulan. Tapi itu disebabkan oleh masalah administrasi," jelasnya.

Sementara itu, empat pemain lokal yang kabarnya bakal dicoret adalah dua kiper cadangan yakni Cecep Supriyatna dan Rizky Bagja Permana. Serta Aang Suparman dan Airlangga Sucipto. Meski begitu, untuk pemain lokal yang tidak dipertahankan Djanur masih enggan menyebut nama.

"Tidak etis jika saya umumkan di media, karena manajemen juga belum memberitahu para pemain lokal yang tidak dipertahankan. Pada saatnya nanti akan diketahui," katanya.

Sementara itu, pada mantan pemain Pelita Jaya dan Persib Bandung era 1990'an dan awal 2000'an, Heri Setiawan ditunjuk menjadi asisten pelatih teknis. Heri akan membantu kinerja Djanur bersama Asep Sumantri.

Sedangkan di posisi pelatih kiper masih akan diisi Anwar Sanusi dan pelatih fisik bakal dijabat Yaya Sunarya yang ditunjuk menggantikan pelatih fisik sebelumnya Dino Sefriyanto.

Selain itu, pelatih sekaligus Kepala Pusat Pendidikan dan Latihan (Diklat) Persib, Jaino Matos juga dilibatkan di staf kepelatihan Persib. Pria asal Brasil tersebut bakal bertugas sebagai konsultan teknis dan match analysis.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:

Bursa kerja: 5 Pemain Paling 'Kasar' di Liga Inggris cari kerja