Bursa kerja: Super Sub Timnas U-19 Puas dengan Performa Tim |
- Super Sub Timnas U-19 Puas dengan Performa Tim
- Akil Tertangkap, PDIP Buka Kejanggalan Putusan Pilkada Bali
- Tidak Bisa Bahasa Inggris, Pemain Ini Frustrasi di ManCity
| Super Sub Timnas U-19 Puas dengan Performa Tim Posted: 08 Oct 2013 03:38 PM PDT Jadi cadangan, Paulo sukses mencetak satu dari empat gol Indonesia. Berita Terkait Paulo Sitanggang (tengah) bersama rekan-rekan setim. (VIVAbola/Anhar Rizki Affandi) VIVAbola - Sang super Sub timnas U-19, Paulo Oktavianus Sitanggang, mengaku puas dengan penampilan timnya hari ini. Paulo menjadi salah satu aktor penting kemenangan besar Indonesia ketika menghancurkan Laos dengan skor 4-0 Selasa malam kemarin.Pada laga yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa malam kemarin, Paulo masuk di menit 42 menggantikan M. Hargianto yang bermain kurang maksimal di lini tengah. Mendapat kepercayaan tersebut, Paulo pun berusaha menunjukkan penampilan terbaiknya. Dia sukses menjadi penyeimbang di lini tengah bersama Zulfiandi. Beberapa kali, pergerakan Paulo mampu menghambat aliran-aliran bola cepat dari para pemain Laos. Dengan stamina yang prima, pemain asal Medan tersebut berhasil menjadi penghancur irama permainan Laos. Puncaknya, Paulo sukses menjadi salah satu aktor penentu kemenangan Indonesia. Dia mencetak gol ketiga bagi Garuda Jaya di menit 85. Proses terciptanya gol terbilang indah. Paulo terlebih dahulu mengecoh bek lawan sebelum menceploskan bola. "Itu tidak terlalu penting (mencetak gol) bagi saya. Yang paling penting saat ini tim sudah bekerja dengan baik dan maksimal. Saya hanya ingin berkontribusi untuk tim, bukan memburu gol," kata Paulo kepada VIVAbola usai pertandingan. Selain Paulo, pemain yang layak mendapatkan apresiasi tinggi di pertandingan melawan Laos adalah Muchlis Hadi Ning Syaifulloh. Dua golnya di babak pertama dan kedua, sangat berarti bagi kemenangan Indonesia. Sayangnya, para wartawan kesulitan untuk mewawancarai Muchlis. Sang striker dijaga ketat oleh pihak keamanan dan langsung menuju bus tanpa ada yang mewawancara. This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:
|
| Akil Tertangkap, PDIP Buka Kejanggalan Putusan Pilkada Bali Posted: 08 Oct 2013 03:31 PM PDT VIVAnews - Pasca terbongkarnya kasus suap yang menjerat Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan akan melaporkan kejanggalan MK dalam memutus gugatan sengketa hasil Pilkada Bali ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Senin depan akan kami bawa semua datanya," kata Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo di Jakarta, Selasa 8 Oktober 2013 malam. Menurutnya, indikasi kecurangan terlihat dari pengabaian sejumlah fakta persidangan dari tim PDIP untuk membuktikan kecurangan yang terjadi saat Pilkada Bali. Diantaranya, butir putusan MK bahwa mencoblos lebih dari satu kali itu boleh. "Mulai dari Bu Mega diinteli dari Jakarta, sampai oknum intel masuk ke rumah Bu Mega, soal brimob, semua akan dimasukkan. Termasuk butir putusan MK bahwa mencoblos lebih dari satu kali itu boleh," kata Tjahjo. Mereka akan membentuk tim investigasi intern terkait pengiriman 9 SSK dari Surabaya ke Bali beberapa waktu lalu saat Pilgub. "Seperti apa nantinya, kita lihat saja," tandas Tjahjo. Sebelumnya, KPK menetapkan Akil sebagai tersangka dua kasus dugaan suap, yakni terkait sengketa Pilkada Gunung Mas dan Pilkada Lebak. Akil diduga menerima suap sebesar Rp4 miliar, dengan rincian Rp3 miliar dari kasus Pilkada Gunung Mas, dan Rp1 miliar dari kasus Pilkada Lebak. Akil Mochtar ditetapkan sebagai tersangka bersama anggota DPR Chairun Nisa, Bupati Gunung Mas Hambit Bintih, dan pengusaha Cornelis Nalau untuk kasus Pilkada Gunung Mas. Akil juga tersangka untuk kasus Pilkada Lebak bersama Tubagus Chaeri Wardhana dan pengacara Susi Turandayani. Akil, Chairun Nisa, dan Susi Tur Andayani yang diduga menerima suap terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda Rp1 miliar. Sementara Hambit, Cornelis Nalau, dan Tubagus Chaeri Wardhana yang diduga memberi suap terancam hukuman maksimal 5 tahun penjara, dan denda Rp250 juta. (umi) This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:
|
| Tidak Bisa Bahasa Inggris, Pemain Ini Frustrasi di ManCity Posted: 08 Oct 2013 03:03 PM PDT Tapi dia tetap ngotot bertahan di ManCity demi tampil di Piala Dunia. Fernandinho (mcfc.com) VIVAbola - Fernandinho mengaku tidak kerasan di Manchester City, Hal itu disebabkan pemain yang baru datang musim panas lalu itu tidak bisa berbahasa Inggris dan tidak memiliki teman senegara asal Brasil di skuad Manchester City.Dia hanya memiliki dua teman asal Brasil, yaitu Rafael dan Anderson. Itu pun keduanya memperkuat Manchester United yang merupakan rival sekota ManCity. Inilah yang membuatnya kerap merindukan kehidupan di Ukraina. Sebelum bergabung ke ManCity, Fernandinho memperkuat klub Ukraina, Shakhtar Donetsk. "Ketika saya bermain di Shakhtar, ada pemain Brasil lainnya di skuad. Sehingga saya sering menghabiskan banyak waktu dengan mereka," katanya seperti dilansir Tribal Football. "Tapi di ManCity tidak ada sama sekali pemain Brasil. Di sini saya sendirian. Saya bertemu dan berbicara dengan Rafael dan Anderson tapi tidak sepanjang waktu. Jadi ya kadang-kadang saya rindu Ukraina," katanya. Situasi semakin sulit karena Fernandinho tidak bisa berbahasa Inggris, bahasa yang umum digunakan para pemain ManCity. Meski tidak nyaman, Fernandinho berusaha bertahan demi mendapat tempat di skuad Brasil di Piala Dunia 2014. "Ini situasi yang sedikit sulit. Karena saya juga tidak berbicara dengan bahasa Ingris. Ketika rekan-rekan setim berbicara dengan bahasa Inggris, saya tidak mengerti apa yang mereka bicarakan," katanya. "Tapi saya datang ke Inggris karena saya pikir akan membantu saya mendapatkan tempat di timnas Brasil. Saya tidak pernah berpikir kembali ke Brasil karena saya ingin mengakhiri karir saya di Eropa. Saya berpikir bermain di sini untuk 10 tahun lagi." This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:
|
| You are subscribed to email updates from VIVAnews To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |